Cara Menghindari Data Breach
Humic Engineering – Data breach dapat diartikan sebagai insiden serangan siber di mana para peretas berhasil memasuki suatu sistem, meretas, dan mengekstrak data penting yang terdapat di dalamnya. Secara lebih spesifik, data breach merupakan pelanggaran keamanan digital di mana informasi pribadi pengguna suatu perangkat diakses oleh pihak yang tidak berwenang tanpa izin dari pemilik data tersebut.
Pencurian data semacam ini jelas merugikan baik bisnis maupun konsumen karena dapat merusak reputasi kedua belah pihak. Bagi perusahaan, meskipun mungkin dapat mengembalikan data yang dicuri, data tersebut kemungkinan sudah tersebar luas dan kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan bisa hilang.
Kondisi data breach dapat dialami oleh individu maupun perusahaan akibat berbagai faktor, seperti penggunaan kredensial yang lemah, serangan malware, atau sistem yang mudah diretas. Penting untuk membedakan data breach dengan security breach, di mana security breach adalah pembobolan tanpa pencurian data, sedangkan data breach melibatkan pencurian data oleh peretas. Selain itu, data breach berbeda dengan data leakage atau kebocoran data, yang biasanya disebabkan oleh kelemahan sistem keamanan dan bukan tindakan sengaja peretas.
Salah satu contoh kasus terkenal adalah serangan terhadap aplikasi Zoom pada April 2020, di mana sekitar 500.000 kredensial akun pengguna berhasil dicuri dan dijual di Dark Website.
Penyebab Terjadinya Data Breach
Pencurian data dapat mengancam keamanan pribadi, terutama jika data yang dicuri adalah informasi penting milik pelanggan. Berikut adalah beberapa penyebab umum terjadinya data breach:
- Phishing oleh Hacker Phishing adalah serangan yang memanipulasi psikologis pengguna agar mereka menyerahkan data pribadi mereka. Teknik ini sering digunakan untuk mendapatkan informasi sensitif tanpa sepengetahuan korban.
- Penggunaan Software Ilegal Peretas dapat menggunakan perangkat lunak ilegal untuk menebak kata sandi perangkat pengguna, memungkinkan mereka mengakses data pribadi secara tidak sah.
- Melalui Spyware Spyware adalah jenis malware yang mencuri data pribadi tanpa terdeteksi oleh pengguna. Peretas dapat mengakses informasi pribadi secara diam-diam melalui perangkat yang terinfeksi spyware.
Cara Mengatasi Data Breach
Meskipun data kita rentan terhadap serangan, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengatasi dan mencegah data breach:
- Memperbarui Perangkat Lunak Keamanan Perusahaan disarankan untuk menggunakan perangkat lunak keamanan berkualitas tinggi. Pastikan tim IT menginstal perangkat lunak yang dilengkapi dengan malware dan antivirus. Selain itu, lakukan pemeriksaan keamanan data secara berkala menggunakan program pihak ketiga.
- Menghentikan Pelanggaran Data Saat menghadapi data breach, perusahaan perlu menganalisis data apa saja yang telah dicuri dan melakukan isolasi pada sistem yang telah diakses oleh peretas. Selanjutnya, pilih infrastruktur keamanan yang lebih kompleks untuk mencegah serangan ulang.
- Memantau Rekening Keuangan Setelah serangan, penting untuk memantau rekening keuangan secara intensif. Periksa semua transaksi, laporan kredit, dan aktivitas lainnya untuk mendeteksi adanya kejanggalan.
- Mengaktifkan Fitur Keamanan Manfaatkan fitur keamanan yang disediakan oleh aplikasi atau perangkat lunak, seperti autentikasi dua faktor (2FA). Dengan 2FA, pengguna harus memasukkan kata sandi dan kode unik yang dikirimkan secara real-time ke ponsel mereka, sehingga mencegah akses tidak sah ke akun.
- Melakukan Pencadangan File Rutin melakukan backup data dapat membantu menghindari kerugian akibat serangan. Pastikan untuk membersihkan hard drive secara menyeluruh dan mengatur sistem operasi untuk menghapus drive jika diperlukan.
- Membuat Rencana Responsif Pelanggaran data juga bisa disebabkan oleh kesalahan manusia. Oleh karena itu, perusahaan sebaiknya mengadakan pelatihan dan pendidikan bagi tim IT untuk meningkatkan pemahaman tentang keamanan siber. Pastikan juga untuk menggunakan kata sandi yang kuat dan menggantinya secara berkala.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, baik individu maupun perusahaan dapat lebih siap menghadapi ancaman data breach dan meminimalisir dampaknya.